Aku sedang merasakan kebas. Tidak mati rasa tapi kebas. Kabar baiknya baru saja aku menangis. Tidak lama hanya sebentar. Dada kusesak, ada beberapa bagian yang terasa patah. Tidak tahu, di mana. Ada rasa sakit yang tiba-tiba berlipat ganda. Ada patah hati untuk hal yang kurahasiakan.
Aku membaca puisimu. Dan sialnya luka ini terbuka pada dadaku, aku marah. Maaf sebagai kakak yang tidak terlampau kuat menjagamu. Sehingga kamu harus mengulang sesuatu yang harusnya sudah kuwanti-wanti. Maaf kalau sakitmu menjadi. Tapi aku tahu, ini sudah sembuh. Ini sudah membaik, hanya sesal ini tumbuh kembali setelah membaca Diary digitalmu. Aku membayangkan senyum lebarmu terasa asin karena air matamu sendiri. Senyum anak gajah yang manis, semarah apapun sesakit apapun. Tetap jadi anak gajah yang tersenyum. Cepat (benar-benar) sembuh hatimu, dik Mel.
*brb ambil baskom*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar