HARUS. "Cepat pergi..!! Sebelum hujan ini membuatmu jadi batu", kata ibu.
TAKUT. "Bu, aku takut jika bapak gendut jadi presiden", "Tidak apa, nak. Arwah bapak akan melindungi kita, dan balas dendam pada penculiknya"
NEGARA HANTU. "Uang pajak ini buat apa bu?", "Untuk beli sajen buat hantu, nak"
PENCULIK. Aku benci orang gendut berkantong banyak itu. Mungkin di salah satu kantongnya ada kewarasan ayahku.
DEJAVU. "Sepertinya aku pernah melihatmu?", "iya, aku renkarnasi nenekmu"
BAHAGIA. Setelah menyakiti hati ibu, aku tidak perlu lagi melakukan apa-apa. Aku membatu.
TIDUR. "Selamat tidur, sayang", seorang wanita dengan uban penuh di kepala mengecup kening batu nisan tua.
LUPA. Kebanyakan bernyanyi "Lumpuhkanlah ingatanku" nenek jadi pikun.
MAKAN. "Bu, kenapa bapak itu gendut?"
"Karena dia banyak makan, nak"
"Aku juga banyak makan, bu"
"Kau makan banyak untuk dimakannya, nak"
PELANGI. "Hijau artinya jalan terus, kuning artinya hati-hati, kalau merah di kota ini artinya terobos"
DORAEMON. Menghilang, pintu ke mana saja diburu para pelaku LDR.
RUMPUT. Ibu menyiram rumput tetangga, seminggu tiga kali, setiap ayah shift malam.
PAGAR. Pagar mengeluh, dia tidak mau lagi jadi pagar. Sekarang tanaman sangar liar, katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar