Sabtu, 17 Mei 2014

GULAI PAKU

Buatku tidak ada yang lebih enak dari gulai paku buatan emak. Entah bagaimana cara emak membuatnya, gulai paku nya selalu bisa membuat selera makanku meninggi, apalagi jika sudah dilawan dengan ikan asin. Siang ini sepulang sekolah aroma gulai paku memenuhi dapur. Alahmak! perutku memberontak seketika. Ku buka tudung saji tapi kosong yang ku dapati, ku buka lemari makan tidak ada apa-apa pula di sana.
Ah, emak aku rindu. Tidak terasa dua tahun sudah berlalu sejak kepergianmu ke negeri orang, beberapa waktu aku masih sering mencium aroma gulai paku di rumah kita.
' Apa di tempatmu sekarang ada dapur dan tungku untuk memasak mak? '
 Bukankah kau bilang dulu hanya pergi sebentar ke luar negeri untuk membawa pulang uang sekolah dan beras yang melimpah untuk makan kita. Kenapa sampai sekarang kau tak pulang, tak pula berkabar.

Di siang yang lain, aroma gulai paku mulai menyebar. Lagi-lagi aku mencarinya di bawah tudung dan lemari makan. Lagi-lagi pula tak ada isi apapun di sana, sudah satu minggu kejadian ini berulang ' mak aku lapar, mak '

Gulai paku buatan emak selalu tercium setiap siang akhir-akhir ini. Tapi siang ini emak benar-benar pulang setelah dua tahun pergi. Emak pulang membawa keramaian.

'Wah emak berhasil. Kata emak kalau dia pulang orang-orang akan menyambutnya dengan keramaian. Kata emak saat dia sudah kaya orang-orang tidak akan acuh lagi pada kami. Emak sukses membawa keramaian kerumah kami seperti mau nya sebelum pergi'

mobil jenazah parkir di depan rumah kami. Aroma gulai paku berganti aroma kesedihan yang tidak lagi aku pahami. Tubuhku kaku, sekaku tubuh emak. Tubuhku dingin, sama dinginnya dengan tubuh emak. Akhirnya emak pulang.

' Sudah seminggu aku mati kelaparan dan mereka tidak ada yang tahu, mak. Mereka acuh pada perutku' teriakan ku kacau.

Aroma gulai paku yang tercium seminggu ini adalah tanda ke pulangan emak. Emak pulang menjemputku bersama orang-orang yang tidak pernah melihat kami dulu. Siang ini aroma bunga membasahi rumah baru kami, kami juga diberi pakaian baru oleh orang-orang itu. Mereka juga mendoakan kami dengan baik. Siang ini aku dan emak bersama lagi. Emak pulang tapi tanpa sempat memasak gulai paku kesukaanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar