Namanya Sheilla, apa yang dia lakukan di bawah langit sore di tengah ilalang tanah lapang belakang komplek rumahnya? Menunggu doa nya dikabulkan Tuhan, bertemu cinta massa kecilnya yang masih terus tumbuh sampai dia besar.
***
Aku ingin sekali melihatnya lagi, di sini di tempat di mana kami bermain dulu waktu kecil. Mencari ulat di gulungan-gulungan daun pisang untuk memancing ikan, di telaga. Memasuk kan kupu-kupu kecil ke dalam toples besar, bermain matahari sampai kepala panas. Aku ingin sekali melihatmu kembali muncul di sini, di tempat ini di kota ini, Rudi.
Pangeran kecilku, aku rasa aku jatuh cinta pada pangeran kecilku. Pangeran yang bermain bersamaku 21 tahun yang lalu. Aku rasa aku benar-benar jatuh cinta padanya sampai hari di mana perpisahan kami datang. Aku sering bertanya sendiri. Kenapa kamu harus meninggalkan kota saat kita kelas 3 SD, padahal kamu pernah bilang kamu suka guru keterampilan kita yang sering memuji gambar rumah-rumah buatanmu dan dia bilang suatu hari nanti kamu akan menjadi seorang arsitek besar dan mungkin akan memiliki nama sebesar Achmad Noeman. Tapi kenapa kamu pindah? Iya. Aku tahu kamu ikut ayahmu dan aku masih terus mengingatmu diumurku yang ke 21. Lebih nya lagi aku merindukanmu.
Sore di hari yang lain, langit mendung tapi masih saja di penuhi layang-layang. Beberapa ibu-ibu meneriaki anaknya untuk segera pulang, karena hujan akan segera turun dan tanah lapang tentu bukan tempat yang baik untuk berteduh. Sheilla duduk di sebuah meja batu sudut tanah lapang, menatap langit-langit dan berbicara pada angin
'aku merindukanya, aku ingin melihatnya di sini'
Di hari yang lain jika dia mendatangi tanah lapang dia akan terus mengucapkan hal yang sama, terus dan terus.
' Aku tahu kamu tidak lupa padaku, aku tahu kamu mengingatku seperti aku mengingatmu, tapi jika suatu hari nanti kita bertemu lagi dan kamu tidak mengingatku, maka aku berjanji di hari itu aku akan melupakanmu'
***
Pagi di negara lain, seorang laki-laki sedang memandang foto gadis dan anak laki-laki kecil. Gadis itu berambut pendek, bermata tidak bisa diam. Anak laki-laki itu berkulit gelap, dan bertahi lalat besar di batang dan cuping hidungnya.
'Andai dulu aku pergi di zaman alat komunikasi sudah seperti sekarang, mungkin sampai hari ini aku tidak perlu menerka-nerka apa kamu masih mengingatku juga. Aku merindukanmu, sheilla'
***
Sunny, Sunny...
Apa kabarmu? Kabarku bai-baik saja.
Sunny, Sunny...
Begitu banyak cerita tak habis tentangmu.
Sunny, Sunny...
Salamku untukmu, Dari hati yang terdalam..
Kau tak sempat, tanyakan aku. Cinta kah aku padamu.
BCL - Sunny (cinta pertama)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar