" Aku menunduk, wajahku tersipu malu-malu "
Pagi ini aku bergerak lebih pagi, beberapa waktu aku sering seperti ini. Beberapa waktu aku bergerak seperti seharusnya. Tapi hampir disetiap waktu aku bergerak hal sama selalu terjadi, mengingatmu dan mencari telepon genggam untuk mendapatkan pelukan yang terucap bibirmu.
Entah kenapa kamu dilahirkan sebagai semangat yang aku tidak tahu cara mengucapkan dengan bahasa apa. Aku tidak pernah bosan membunuh jarak yang ada, setiap waktu aku percaya diantara jarak ini ada tangan Tuhan yang sedang medekatkan kita. Mengajari aku dan kamu saling mengenal lebih jauh dari pada jarak yang sedang membentang kita.
Semalam aku berdoa, lagi-lagi untuk namamu setelah aku mendoakan kedua orangtuaku. Aku meminta Tuhan jangan cemburu, karena namamu pun sering ku ingat. Lalu aku berkata, aku siap dan masih sama. Selagi masih melihat langit yang sama denganmu dan berpijak pada bumi yang satu. Aku siap dan masih sama, hanya hatiku yang berbeda. Jauh lebih menyayangimu dari pada jarang yang sedang membentang, kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar